OBESITAS

Peran Sekolah Dalam Mengurangi Obesitas Siswa

Pengertian Obesitas
Obesitas atau yang biasa disebut kegemukan adalah suatu keadaan di mana terjadi penumpukan lemak yang berlebihan sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan membahayakan kesehatan.
Definisi obesitas menurut para dokter:
• Suatu kondisi dimana lemak tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan
• Suatu penyakit kronik yang dapat diobati
• Suatu penyakit epidemik
• Suatu kondisi yang berhubungan dengan penyakit-penyakit lain dan dapat menurunkan kualitas hidup
Penyebab Obesitas
1. Faktor makan yang melebihi kebutuhan tubuh.
Bagi yang mempunyai kebiasaan makan yang berlebih / ngemil mungkin harus berhati-hati, karena kebiasaan itu bisa menyebabkan kegemukan. Apalagi kalau makanan yang dikonsumsi banyak mengandung kolesterol. Demikian juga kebiasaan ngemil di waktu malam.
2. Kurang menggunakan energi.
Pekerjaan yang dilakukan sehari-hari juga dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang, Dalam hal ini, aktifitas fisik sangat diperlukan untuk membakar kalori didalam tubuh. Bila pemasukan kalori berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktifitas fisik dapat menyebabkan tubuh jadi gemuk. Disarankan untuk melakukan kegiatan olah raga agar lemak tidak menumpuk.
Meningkatkan aktifitas fisik, sangat baik bagi penderita obesitas. Manfaat aktifitas fisik diantaranya adalah:
1. Meningkatkan aktifitas fisik secara umum dapat menurukan tekanan darah, mengontrol diabetes, menurunkan kadar kolesterol, dan mengurangi komplikasi kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kelebihan BB.
2. Orang yang latihan secara teratur umumnya lebih berhasil menurunkan BB dan mempertahankan nya dibandingkan dengan orang yang tidak berlatih secara teratur.
3. Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa orang yang berolah raga memiliki perasaan lebih bahagia.
3. Faktor Keturunan
Faktor keturunan dapat mempengaruhi terjadinya kegemukan. Pengaruhnya sendiri sebenarnya belum jelas, tetapi memang ada bukti yang mendukung fakta bahwa keturunan merupakan faktor penguat terjadinya kegemukan. Dari hasil penelitian gizi di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa anak-anak dari orang tua normal mempunyai 10% peluang menjadi gemuk. Peluang itu akan bertambah menjadi 40-50% bila salah satu orang tua menderita obesitas dan akan meningkat menjadi 70-80% bila kedua orang tua menderita obesitas. Oleh karena itu, bayi yang lahir dari orang tua yang obesitas akan mempunyai kecenderungan menjadi gemuk.
4. Faktor Hormonal
Pada perempuan yang sedang mengalami menopause dapat terjadi penurunan fungsi hormon thyroid. Kemampuan untuk menggunakan energi akan berkurang dengan menurunnya fungsi hormon ini. Hal tersebut terlihat dengan menurunnya metabolisme tubuh sehingga menyebabkan kegemukan.
5. Faktor kecepatan metabolisme basal yang rendah
Hal ini disebabkan energi yang dikonsumsi lebih lambat untuk dipecah menjadi glikogen sehingga akan lebih banyak lemak yang disimpan di dalam tubuh. Penderita obesitas yang mempunyai metabolisme basal yang rendah, apabila tidak melakukan olah raga dan diet yang benar mempunyai kecenderungan bertambah gemuk, karena semakin membesarnya otot akan menyebabkannya mudah lapar.
Resiko Obesitas
Obesitas atau kegemukan merupakan faktor utama untuk sejumlah penyakit kronis, mencakup kencing manis, kanker dan penyakit cardiovasculer. Kerentanan akan semakin menjadi seiring dengan bertambahnya berat badan. Lebih banyak pendeirta obesitas yang terserang penyakit ini berujung pada kematian dari pada penderita lain yang tidak mengalami obesitas.

Peran Sekolah

Tidak dipugkiri bahwa obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa ataupun orang tua, tetapi juga pada anak-anak usia sekolah. Kita sering melihat anak-anak SD yang badannya melar dan kegemukan. Kita terkadang kasihan melihat bahwa anak itu begitu lambat dalam bergerak. Apalagi kalau ia harus membawa tas dan peralatan –peralatan sekolah yang lain. Belum lagi ia mendapat tekanan psikis karena olok-olokan teman-temannya. Lalu, apa peranan sekolah dalam membantu anak-anak yang mengalami obesitas? Berikut ini tip yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk membantu anak-anak yang mengalami obesitas.
1. Meyakinkan pada anak bahwa ia harus selalu percaya diri dengan keadaan tersebut. Tindakan ini penting, karena anak obesitas cenderung merasa rendah diri dan canggung dalam pergaulan. Semakin dia menyendiri, maka semakin sering dia banyak mengkonsumsi makanan. Guru BP dan wali kelas mempunyai peran besar dalam hal menumbuhkan rasa percaya diri anak.
2. Mengadakan pendekatan persuasif, terutama tentang pola makan. Berikan pengertian tentang banyaknya makanan ideal yang harus konsumsi. Tekankan bahwa ia harus mengatakan ‘tidak’ pada porsi makanan yang berlebihan. Juga tekankan untuk menghindari kebiasaan ‘ngemil’ pada saat rehat. Misalnya, saat belajar di rumah, menonton televisi, ngobrol bersama teman, dll.
3. Menekankan pentingnya berolah raga. Di sekolah, guru olah raga dapat membantu anak yang mengalami obesitas dengan cara;
1. Tidak membiarkan anak yang obesitas pasif sewaktu pelajaran olah raga berlangsung.
2. Memberi porsi olah raga yang lebih banyak dibanding dengan anak yang lain (tentu saja dengan bentuk-bentuk kegiatan yang proporsional sesuai dengan kondisinya dan tidak hanya sewaktu pelajaran olah raga berlangsung).
3. Memberi tugas tambahan berupa laporan tentang kegiatan olah raga di rumah (push up, sit up, basket, bermain bola, joging, bersepeda, dll).
4. Menjalin hubungan yang harmonis antara anak obesitas dengan guru olah raga sehingga timbul kecintaan anak untuk berolah raga.

4. Menjalin kerjasama dengan orang tua murid, sehingga orang tua murid mudah diajak kerja sama terhadap anaknya yang obesitas, misalnya selalu memberikan laporan tentang aktivitas anaknya di rumah; baik makannya maupun olah raganya.
5. Pihak sekolah bisa mencarikan ’teman pendamping sebaya’ bagi anak obesitas. Teman pendamping sebaya adalah teman yang yang sebaya (seumur, setingkat) yang bisa menjalin keakraban dan mempengaruhi. Teman pendamping sebaya ini diusahakan yang badannya ramping dan enerjik, sehingga si penderita obesitas mempunyai obsesi untuk menjadi seperti teman pendamping sebayanya

Referensi

1. Judul : Kegemukan dan Obesitas
Alamat : http://www.ukhuwah.or.id/dr/?q=node/44
Penulis : dr. Genis Ginanjar Wahyu

2. Judul : Obesitas dan Faktor Penyebab
Alamat : http://www.e-psikologi.com/remaja/130502.htm
Penulis : Zainun Mu’tadin, SPsi., MSi.

3. Judul : Faktor Penyebab Obesitas
Alamat : http://my-babyblue.blogspot.com/2006/12/faktor-penyebab-
obesitas.html
Penulis : Echy iMoeTh

4. Judul : Info: Obesitas Rentan Penyakit Mematikan
Alamat : Shttp://suryadhie.blogspot.com/2007/08/info-obesitas-rentan-
penyakit-mematikan.htmluryadi
Penulis : Suryadi

5. Judul : Obesity
Alamat : http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/obesity.html
Penulis : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: